Banner

Tutorial WordPress Pemula

Ujian Kelulusan Orang Gila

Ujian Kelulusan Orang Gila

Setelah lama di rawat di Rumah Sakit Jiwa, tibalah untuk ujian untuk
lulus menjadi manusia yang normal. Ujian terakhir adalah ujian menyanyi,
ujian ini di ikuti oleh 5 orang gila.
Lagu dari orang gila pertama adalah lagu : “pelangi-pelangi alangkah
indahmu…”dan serterusnya, orang gila pertama dinyatakan lulus ujian.
Lagu dari orang gila kedua adalah lagu : “kulihat ibu pertiwi sedang
bersusah hati….” Dan seterusnya, orang gila kedua dinyatakan lulus ujian.
Lagu dari orang gila ketiga adalah lagu, “potong bebek angsa masak
di kuali….” Dan seterusnya, orang gilaketiga di nyatakan lulus ujian.
Lagu dari orang gila keempat adalah lagu, “satu-satu aku sayang ibu
dua-dua juga sayang Ayah”…. Dan seterusnya, orang gila keempat
dinyatakan lulus ujian.
Lagu dari orang gila kelima adalah lagu, “aku masih seperti yang
dulu… “dan seterusnya, orang gila kelima dinyatakan tidak lulus, karena
dia sendiri yang mengatakan bahwa ia masih seperti yang dulu (masih
gila).

Turis Naik Becak

Turis Naik Becak

Ada seorang turis yang sedang berlibur, datang ke Indonesia. Dia
ingin sekali merasakan bagaimana rasanya naik becak. Setelah
menunggu ada juga tukang becakyang kebetulan lewat. Si turis berkata
“Tolong antarkan saya untuk jalan-jalan di sekitar sini”. Tukang bacak
sangat terkejut ternyatasi turis bisa bahasa indonesia. “Baik pak, silahkan
naik” kata tukang becak dengan ramahnya.
Di perjalanan si turis melewatisebuah jembatan yang besar dan
pendek. Dia bertanya “Jembatan ini berapa lama dibangun ?”. Tukang
becak segera mengingat-ingat, dan kemudian dia menjawab “kira-kira 3
tahun pak. Turis kemudian berkatadengan sombongnya“masak 3 tahun
kalau di Amerika jembatan seperti ini cuman 3 bulan”. Tukang becak
langsung terdiam ketika mendengar ucapan turis tersebut.
Kemudian mereka melewati monas, sang turis pun langsung
bertanya lagi untuk kedua kalinya “kalau tugu ini berapa lama
dibangunnya ?”. Tukang becak pun kembali berpikir sejenak dan
menjawabnya “kira-kira 4 tahun pak”. “Apa 4 tahun, kalau di Amerika tugu
seperti ini cuman 4 bulan”. Tukang becak hanya bisa terdiam ketika
mendengarucapan turis tersebut.
Selanjutnya turis ingin jalan-jalan ke tempat yang lebih jauh lagi. Si
turis melihat ada sebuah jembatan yang panjang sekali.Dia kemudian
bertanya lagi untuk yang ketiga kalinya. “Kalau jembatan ini barapa lama
dibangun ?. Tukang becak tidak tahu kalau di situ ada jembatan dia pun
berkata “kalau jembatan ini saya tidak tahu pak, perasaan kemarin saya
lewat sini belum ada”. Si turis sangat terkejut ketika tukang becak
mengatakkan hal itu. Berarti satu hari, dia berkata dalam hatinya.
Akhirnya turis itu hanya bisa terdiam ketika mendengarucapan tukang
becak tersebut

Perbandingan Tingkat Kepintaran

Perbandingan Tingkat Kepintaran

Orang Amerika telah memikirkan bagaimana caranya dari bumi ke
bulan. Mereka telah mengupayakan berbagai macam cara agar mereka
dapat ke sana dengan aman dan nyaman.Tetapi ini semua belum
seberapa, orang Indonesia telah memikirkan bagaimanacaranya dari
bulan ke bulan.
Bagaimana… bulan depan ya….

Penjual Pempek

Penjual Pempek

Siang-siang bolong pejual pempek berteriak-teriak di jalanan untuk
mempromosikan jualannya. Di berkata “pempek…pempek…siapa mau
beli” dia terus mengucapkan itu dengan suara yang keras sekali, sampaisampai ada orang dari lantai dua rumahnya yang sedang tertidur
langsung terbangun dan dia berkata dari jendela kamarnya dengan
jengkelnya “ooi…ooi…ada otak dak” si penjual pempek pun dengan
refleknya langsung menjawab “tidakado”, orang yang berbicara tadi,
langsung berkata “o… pantas, siang-siang bolong begini teriak-teriak”.
Sangka si pejual pempek, adalah pempekotak-otak, tentu saja dia
menjawab tidak ada, dan sangka orang yang berkata tadi, si tukang
pempek memang tidak punya otak, siang-siang jualan pempek sambil
teriak-teriak.

Penjual Obat

Penjual Obat


Suatu hari ada seorang penjual obat yang sedang mempromosikan
obat bawaannya. Dia berkata “Obat-obatini obat mujarab semua penyakit
bisa hilang,semua penyakit bisa hilang,ini obat luar biasa, ini obat benarbenar mujarab, ini obat bukan sembarang obat, ini obat dewa, benarbenar mujarab”.
Sambil mengangkat-angkat obat yang dibawanya di terus berbicara
“Apa pun penyakitnya pasti bisa hilang, sakit panu, panunya hilang, sakit
pusing, pusingnya hilang, ketombe, kutu semuanya bisahilang, cukup
diuleskan semuanya pasti hilang, leyap tak bersisa.
Setelah banyak berbicara panjang lebar, banyak orang-orang yang
berkumpul mengelilinginya, samikin-lama semakin banyak.Terus-menerus
dia mengucapkan hal itu “semua penyakit bisa hilang, semua penyakit
bisa hilang”.
Akhirnya ada sesorang yang bertanya kepada si penjual obat “Kalau
sakit mata bagaimana ?” tanpa berpikir panjang si penjual obat langsung
menjawab “matanya hilang…”. Mendengar hal tersebut orang yang
bertanya tadi lari terbirit-birit meninggalkan tempat tukang obat tersebut,
dan semua orang berkumpul tersebut pada berlarian ketakutan, karena di
antara mereka ada yang sakit kepala, pinggang, kaki. Mereka semua
pada takut, takut kalau organ tubuh mereka yang sakit jadi hilang, kan
repot kalau kepala, pinggang, dan kakimereka hilang, lenyap tak bersisa.

Penjual Bakso

Penjual Bakso

Tukang becak yang sedang kelelahan dan kelaparan mampir ke
tukang bakso, dia bertanya pada tukang bakso “Berapa semangkok Mang
?”, tukang bakso menjawab “3000 semangkok”. Kemudian tukang becak
berbicara lagi “2000 lah sama teman sendiri”, akhirnya tukang bakso
setuju, “baiklah” jawabnya.
Setelah diantarkan ke meja si tukang becak, tukang becak langsung
berkata”mana mienya…” tukang baksopun menjawab “2000 tidakpakai
mie”. Dengan muka yang murung si tukang becak hanya bisa diam
membisu sambil makan bokso.
Keesokanyatukang bakso pergi ke pasar, dia habis dari membeli
mie dan pulang ingin naik becak. Si tukang bakso bertanya pada tukang
becak yang kemaren mampir di warung baksonya untuk makan bakso, dia
bertanya “Antarkan saya ke jalan semangka, berapa bayarnya”, si tukang
becak menjawab “2000”, “mahal sekali” jawab tukang bakso”, “1000 lah” si
tukang bakso menawar, tukang becak berpikir sejenak dan menjawab
“baiklah”.
Diantarkannya lah si tukang baksoke jalan semangka, si tukang
becak mendayung becaknya dengan sangatkencang, sehingga membuat
si tukang bakso menjadi cemas, kecemasannya malah semakin jadi saat
jalan turun tebing. Tukang bokso dengan cemasnya langsung berkata
“rem…rem… mang”, si tukang becakdengan cepatnya menjawab “1000
tidak pakai rem”. Si tukang bakso hanya bisa terdiam dengan rasa cemas,
karena takut becak si tukang becak terbalik atau malah masuk siring.

Pencuri Yang Bodoh

Pencuri Yang Bodoh

Pada suatu malam, seorang pencuri memulai aksinya di sebuah
rumah orang yang terkenal atas kekayaannya. Dia mulai dengan
memanjat pagar dan naik ke atas genteng. Ternyata kehadiran pencuri
tersebut diketahui olehsi pemilikrumah, sehingga si pemilik rumah harus
mengakali si pencuri agar dia bisatertangkap basah.
Si pemilik rumahpun mulai bercerita kepada istrinya tentang
kekayaan yang di dapatkanya selama ini. Ternyata kekayaannya itu di
dapatnya dengan cara mencuri juga. Sipencuri mendengarkan cerita itu
dari atap gentang.
Si pemilik rumah mulai bercerita bagaimana cara dia mencuri agar
selalu selamat, yaitu dia mencuri setiap bulan purnama, pada tengah
malam. Pertama di bukanya dua buah genteng, kemudian dia biarkan
sinar bulan masuk ke dalam rumah, ditutupnya mata, selanjutnya biarkan
sinar bulan menyinari tubuhnya, langkahkan kaki dua kali, maka tubuhku
akan di bawa sinar bulan sampai kelantai rumah, sehingga aku bisa
mencuri dengan mudah, dan begitu pula bila telah selesai mencuri aku
melalukannya dengan hal yang sama. Sang pencuri yang mendengarkan
pemilik rumah yang sedang bercerita tersebut, dan ia segera menunda
aksinya, dia akan datang lagi pada bulan purnama.
Bulan purnama pun tiba, seluruh penghuni rumah telah siap dengan
semua perlengkapan untuk menangkap pencuri itu. Setelah tengah
malam, datang juga si pencuri tersebut, dia yakin benar yang dikatakan si
pemilik rumah itu. Dibukanya dua buah genteng, kemudian di
pejamkannya matanya, mulai dia langkahkan kakinya ke genten.
Glegaaaaaar…blooooooooll…tingg.. gting glegar…….terjatuhlah dia di
lantai dengan lemas tak berdaya,si pemilik rumah telah meyediakan
jaring yang kuat untuk mengikatnya.
Si pencuri sangat menyesal sekali karena dia telah ditipu oleh si
pemilik rumah, salah dia sendiri mengapa percaya. Pencuri tersebut
menceritakan semua peristiwa yang dialaminya kepada pihak polisi,
semua orang yang ada di sana pada saat itu tertawa terbahak-bahak
mendengarpengkuan si pencuri itu.
 
Copyright © 2013. kumpulan puisi pantun dan humor terbaru - All Rights Reserved
Design by Gusti Putu Adnyana Powered by idblogsite.com